Advertisement

Kamis, 10 Juni 2010

Perhitungan Kecepatan Cahaya dalam Al-Quran

KECEPATAN CAHAYA

KECEPATAN GELOMBANG ELEKTROMAGHNETIK

KECEPATAN YANG TERCEPAT DI JAGAT RAYA

yaitu 299279.5 Km/det. Bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari dokumen yang sangat tua. Mungkin anda pernah tahu bahwa konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:

• US National Bureau of Standards

C = 299792.4574 + 0.0011 km/det

• The British National Physical Laboratory

C = 299792.4590 + 0.0008 km/det

• Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar

”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu

1/299792458 detik”.

Tapi anda seharusnya tahu bahwa konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam.

Al Quran, kitab suci umat Islam

Penemu hitungan ini adalah seorang ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby

Dalam Alquran dinyatakan:”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)” (10:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar dalam garis edarnya” (21:33).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.”(32:5)

Berdasar ayat-ayat tersebut diatas, terutama ayat yang terakhir (ayat 32:5) dapat disimpulkan bahwa :

Jarak yang dicapai Sang urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan

C . t = 12000 . L

dimana : C = kecepatan Sang urusan

t = waktu selama satu hari

L = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Berbagai sistem kalender telah diuji, namun “Sistem kalender bulan sidereal” menghasilkan nilai C yang persis sama dengan nilai C yang sudah diketahui melalui pengukuran

Ada dua macam sistem kalender bulan:

1. Sisyem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi.

1 hari = 24 jam

1 bulan = 29.53059 hari

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.

1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik

= 86164.0906 detik

1 bulan = 27.321661 hari

Sebuah catatan tentang kecepatan bulan (v) Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus berikut:

ve = 2 . p . R / T

dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km

T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam

Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam = 3682.07 km/jam

2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga:

v = Ve * Cos a

Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal

a = 26.92848o

Ingat !

L = v . T

Ingat !

v = ve . Cos a

Ingat !

ve = 3682.07 km/jam

a = 26.92848o

T = 655.71986 jam

t = 86164.0906 det

Jadi:

C . t = 12000 . L

C . t = 12000 . v . T

C . t = 12000 . ( ve . Cos a ) . T

C = 12000 . ve . Cos a . T / t

C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det

C = 299792.5 km/det

Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !

Nilai C hasil perhitungan: C = 299792.5 Km/det

Nilai C hasil pengukuran:

® US National Bureau of Standards : C = 299792.4574 + 0.0011 km/det

® The British National Physical Laboratory : C = 299792.4590 + 0.0008 km/det

® Konferensi ke 17 tentang Ukuran dan Berat Standar : “Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik “

Al quran 32: 1-5

Dengan nama Allah yang Maha pengasih Maha penyayang

1. Alif Lam Mim.

2. Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.

3. Tetapi mengapa mereka mengatakan (orang kafir) : ”Dia Muhammad mengada- adakannya”. Sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan pada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk

4. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

Kesimpulan

(dari Artikel Prof Elnaby)

“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C hasil pengukuran selama ini dan juga menunjukkan kebenaran Al-Quranul Karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Sang Pencipta Alam Semesta.”


Referensi:

Elnaby, M.H., : 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C

http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM

Fix, John D. : 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-Year Book, Inc., St Louis, Missouri

The Holy Quran online,

http://islam.org/mosque/quran.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar